
Sanggau Ledo_Bengkayang. Kegiatan kultum setelah sholat dhuhur berjama’ah digelar di MAN Bengkayang pada hari Rabu (12/4/2023). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dan XI putra-putri. Lukman siswa kelas XI IPA bertugas menjadi narasumber pada kultum tersebut. Lukman membahas tentang tujuh golongan yang dinaungi Allah saat di Padang Mahsyar.
Dalam kultumnya Lukman menyampaikan bahwa terdapat tujuh golongan di yaumil qiyamah yang nantinya akan dijamin masuk surga dan akan tenang saat dihisab. Golongan yang pertama adalah pemimpin yang adil, tidak berat sebelah atau pun tidak memihak pada salah satu. Golongan yang kedua adalah pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah SWT., dia sibukkan dirinya untuk ibadah kepada Allah dengan tujuan untuk diri sendiri dan bangsa. Golongan yang ketiga adalah seorang laki-laki yang hatinya terpaut pada masjid, dengan menjalankan sholat berjama’ah di masjid, dan tentunya tetap menjalankan ibadah di rumah. Golongan yang keempat adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Golongan yang kelima adalah seorang laki-laki yang takut kepada Allah ketika hendak melakukan atau menghadapi kemaksiatan. Golongan yang keenam adalah seseorang yang bersedekah tanpa diketahui tangan kirinya dan orang lain sehingga tidak terjadi riya’. Golongan ketujuh adalah seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi dan meneteskan air matanya. Dalam penyampaiannya Lukman mengajak teman-temannya berdoa agar warga MAN Bengkayang termasuk ke dalam golongan yang dinaungi Allah kelak di Yaumil Qiyamah.
“Kultum ini diadakan sebagai bentuk upaya untuk mengajarkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa dan mendorong mereka untuk lebih dekat dengan agama. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat karakter peserta didik dan membantu mereka untuk menjadi individu yang lebih baik”, Ujar Kusyanto selaku Wakil Kepala Madrasah Urs. Kesiswaan.
Lukman salah satu siswa yang memberikan kultum menceritakan pengalamannya pada saat menyampaikan kultum di depan rekan2nya, “Saya sangat senang melihat antusiasme teman-teman dalam mendengarkan kultum yang saya sampaikan. Teman-teman mengikuti kultum tersebut dengan duduk tertib dan memperhatikan ketika materi disampaikan, sempat demam panggung di pembukaan tetapi setelah itu dapat diatasi dengan baik”, Ujar Lukman.
