
Sanggau Ledo_Bengkayang. Senin (4 November 2024) – MAN Bengkayang baru saja menggelar acara Gelar Karya P5RA (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatan Lil Alaamiin) dengan tema “Suara Demokrasi”. Acara yang berlangsung selama satu hari ini berhasil menyedot perhatian banyak pihak, termasuk siswa, guru, serta orang tua. Tema “Suara Demokrasi” dipilih untuk mengajak siswa memahami pentingnya partisipasi aktif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, terutama dalam aspek musyawarah dan mufakat.
Gelar Karya P5RA kali ini menampilkan berbagai proyek dan karya siswa yang berkaitan dengan tema demokrasi. Beberapa kelompok siswa menyusun presentasi yang menjelaskan tentang pentingnya hak suara dalam pemilu, cara-cara meningkatkan kesadaran politik. Selain itu, beberapa siswa juga membuat karya seni yang mengangkat isu-isu sosial-politik, seperti poster, lukisan, dan instalasi seni yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan proses demokrasi.
Plt Kepala MAN Bengkayang, Ridwan, mengatakan bahwa kegiatan Gelar Karya P5RA “Suara Demokrasi” bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air serta kesadaran akan pentingnya hak dan kewajiban setiap warga negara dalam sistem demokrasi. “Kami berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat mengaplikasikan pemahaman tentang demokrasi dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selama acara, para siswa juga berkesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para pengunjung dan menjelaskan berbagai proyek yang mereka kerjakan. Salah satu kelompok siswa dari kelas XI, misalnya, mempresentasikan proyek simulasi pemilu melalui pemilihan ketua OSIS MAN Bengkayang yang melibatkan seluruh warga madrasah sebagai peserta pemilu. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata tentang bagaimana proses pemilu dilakukan, serta pentingnya pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab dalam menentukan pilihan mereka.
Keberhasilan acara Gelar Karya P5RA “Suara Demokrasi” ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Orang tua siswa, seperti Bapak Jacky, salah satu orang tua yang hadir dalam acara tersebut, menyatakan kebanggaannya atas kreativitas dan pemahaman yang ditunjukkan oleh anak-anak mereka. “Saya sangat senang melihat bagaimana anak-anak dapat mengolah ide-ide kreatif mereka tentang demokrasi dengan cara yang sangat menarik dan edukatif,” ujarnya. MAN Bengkayang berharap kegiatan ini dapat menjadi ajang tahunan yang terus menginspirasi siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan demokrasi di Indonesia.
