
Bengkayang (Kemenag Kalbar) — Kegiatan In House Training (IHT) MAN Bengkayang berlanjut dengan penyampaian materi mengenai penyusunan modul ajar berbasis Deep Learning yang terintegrasi dengan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta). Materi ini diikuti oleh seluruh guru MAN Bengkayang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas perencanaan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa pendekatan Deep Learning dalam pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, mampu memecahkan masalah, serta mengaitkan pengetahuan dengan situasi nyata. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih mendalam dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Selain itu, pemateri juga menjelaskan pentingnya mengintegrasikan KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) ke dalam modul ajar. Melalui integrasi tersebut, pembelajaran tidak hanya mengembangkan aspek pengetahuan (knowledge), tetapi juga membentuk perilaku positif (behavior) dan karakter mulia (character) yang menjadi ciri khas pendidikan di madrasah.
Selama sesi berlangsung, peserta memperoleh pendampingan dalam menyusun modul ajar yang memuat tujuan pembelajaran, pengalaman belajar yang aktif, asesmen yang autentik, serta penguatan nilai-nilai karakter. Guru juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan mempresentasikan rancangan modul yang telah disusun sehingga memperoleh masukan untuk penyempurnaan.
Kepala MAN Bengkayang, Ridwan, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru dalam menghadapi dinamika pendidikan saat ini. Menurutnya, penyusunan modul ajar yang mengintegrasikan pendekatan Deep Learning dan KBC akan membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, serta mampu mengembangkan kompetensi dan karakter peserta didik secara seimbang.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh guru MAN Bengkayang mampu mengimplementasikan hasil IHT dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan demikian, pembelajaran yang diselenggarakan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga mampu membentuk peserta didik yang berpengetahuan luas, berkarakter mulia, serta memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
