Ramadhan Berkah dalam Pesantren Kilat MAN Bengkayang

Sanggau Ledo_Bengkayang. Pesantren kilat adalah sebuah program pendidikan agama Islam yang dilaksanakan dalam jangka waktu singkat atau kilat. Pesantren kilat bertujuan untuk memberikan pelatihan dasar dalam agama Islam kepada peserta didik yang belum memperoleh kesempatan untuk belajar di pesantren secara full-time. Pesantren kilat di MAN Bengkayang merupakan salah satu agenda rutin setiap Bulan Suci Ramadhan. Pesantren kilat diadakan dengan tujuan memberi ruang kepada peserta didik agar bisa menjalankan ibadah puasa dengan suasana yang tenang, menyenangkan, dan bermanfaat. Melalui pesantren kilat, peserta didik dapat belajar menjalankan ibadah puasa dengan tepat, mendapatkan banyak ilmu agama dan karakter, hingga menghindarkan dari hal-hal kurang bermanfaat.

Jum’at (15/4/2023) pesantren kilat tahun ini diikuti oleh peserta didik dari kelas X dan XI program IPA dan IPS MAN Bengkayang. Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas X MAN Bengkayang. Kegiatan pesantren kilat diawali dengan Sholat Dhuha Berjama’ah, dibuka oleh MC dan Plt. Kepala MAN Bengkayang Desi Novita Anggun Sari, M. Pd. memberikan sambutan, dalam pembukaannya Desi mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme peserta didik dalam mengikuti pesantren kilat ini. Ia berharap kegiatan ini dapat terus diadakan di masa mendatang untuk memperkuat pemahaman peserta didik tentang agama dan moral. Dengan adanya kegiatan pesantren kilat ini, diharapkan peserta didik dapat lebih memahami ajaran Islam dan dapat mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan dilanjutkan dengan Qiraat oleh salah satu siswa, pembacaan doa, khataman bersama, talk show, dan penutup.

Talk show yang dipandu oleh MC dengan tema hijrah disampaikan langsung dengan pembina OSIS MAN Bengkayang, Muslimin, S. Pd. Hijrah merupakan proses untuk berubah menjadi lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Proses hijrah ini melibatkan usaha dan perubahan, proses hijrah juga melibatkan perubahan perilaku menjadi lebih baik. Ini dapat dilakukan dengan cara meninggalkan perilaku yang buruk, seperti maksiat dan dosa, serta menggantinya dengan perilaku yang baik dan sesuai dengan ajaran Islam, seperti berbuat kebajikan, berbuat baik kepada sesama, dan menghindari perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam Islam, hijrah bukan hanya sekadar perubahan fisik atau lingkungan, tetapi juga perubahan batin dan spiritual. Oleh karena itu, proses hijrah dapat membantu seseorang untuk menjadi lebih baik dan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

Menurut salah satu peserta, “pesantren kilat di MAN Bengkayang ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Ia merasa dapat memperdalam pengetahuannya tentang ajaran Islam dan mengenal teman baru”, tutur Putri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *