
Hari rabu, 19 Februari 2025 – Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Bengkayang Ridwan, S.Pd.I mengikuti sosialisasi daring melalui Zoom terkait integrasi sistem Education Management Information System (EMIS) dan SIMPATIKA serta berbagai program pendidikan madrasah tahun 2025. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan data pendidikan madrasah di seluruh Indonesia.
Dalam sosialisasi tersebut, para peserta mendapatkan pemaparan mengenai integrasi EMIS-SIMPATIKA yang akan menjadi basis utama dalam pendataan madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Dengan sistem yang lebih terintegrasi, diharapkan pengelolaan administrasi madrasah menjadi lebih efisien dan akurat. Selain itu, berbagai program pendidikan madrasah tahun 2025 juga dibahas, termasuk peningkatan kualitas tenaga pendidik dan penguatan kurikulum berbasis digital.
Kepala MAN Bengkayang menyambut baik program ini dan menilai bahwa integrasi EMIS-SIMPATIKA merupakan langkah maju dalam sistem administrasi madrasah. “Dengan sistem yang lebih terintegrasi, kami dapat mengelola data dengan lebih baik, sehingga pelayanan pendidikan bagi siswa dan tenaga pendidik menjadi lebih optimal,” ujarnya. Ia juga menegaskan kesiapan MAN Bengkayang dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan digitalisasi pendidikan.
Selain integrasi sistem, sosialisasi ini juga membahas berbagai kebijakan terbaru terkait peningkatan mutu pendidikan madrasah, termasuk program sertifikasi guru, peningkatan infrastruktur sekolah, serta penerapan kurikulum yang lebih adaptif. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan daya saing lulusan madrasah di era globalisasi.
Dengan mengikuti sosialisasi ini, MAN Bengkayang berkomitmen untuk terus beradaptasi dengan perkembangan sistem pendidikan berbasis digital. Diharapkan, implementasi EMIS-SIMPATIKA serta program pendidikan madrasah 2025 dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pendidikan di lingkungan madrasah.
