
Siswa-siswi kelas XII MAN Bengkayang menjalani ujian praktik Agama sebagai bagian dari penilaian akhir sebelum kelulusan. Ujian ini bertujuan untuk mengukur pemahaman siswa dalam menerapkan ilmu keagamaan yang telah dipelajari selama di madrasah. Dengan penuh kesungguhan, para siswa menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai aspek ibadah dan keterampilan keislaman.
Ujian praktik ini mencakup praktek khutbah Jum’at untuk siswa kelas XII dan ceramah untuk siswi kelas XII. Setiap siswa-siswi diuji secara langsung oleh guru agama yang bertindak sebagai penguji. Dengan metode ini, madrasah ingin memastikan bahwa ilmu yang dipelajari tidak hanya bersifat teori, tetapi juga benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu peserta ujian, Achsan, mengaku ujian praktik ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan. “Kami tidak hanya belajar untuk lulus ujian, tetapi juga memahami betapa pentingnya mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Ujian ini benar-benar mengasah kesiapan mental dan spiritual kami,” ujarnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh siswa lainnya yang semakin percaya diri dalam menjalankan ibadah setelah melewati ujian ini.
Kepala MAN Bengkayang, Ridwan, S.Pd.I menyampaikan apresiasinya terhadap semangat siswa dalam mengikuti ujian praktik ini. “Kami ingin memastikan bahwa lulusan madrasah tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dalam beribadah dan memahami nilai-nilai Islam secara mendalam. Ujian praktik ini adalah bagian dari komitmen madrasah dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya ujian praktik agama ini, diharapkan siswa-siswi kelas XII MAN Bengkayang semakin siap menghadapi kehidupan setelah lulus, baik dalam dunia akademik maupun dalam menjalani peran mereka sebagai generasi Muslim yang berakhlak dan berilmu. Ujian ini bukan hanya sekadar syarat kelulusan, tetapi juga menjadi bekal penting bagi mereka dalam menghadapi tantangan di masa depan.
