Melalui Upacara Bendera MAN Bengkayang Latih Disiplin dan Kepemimpinan Peserta Didik

Bengkayang (Kemenag Kalbar) — MAN Bengkayang kembali melaksanakan upacara bendera rutin setiap hari Senin sebagai salah satu sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, dan nasionalisme bagi seluruh warga madrasah. Upacara yang diikuti oleh guru, tenaga kependidikan, dan seluruh peserta didik ini berlangsung dengan tertib dan khidmat di halaman madrasah.

Mulai semester ini, petugas upacara berasal dari kelas yang berbeda setiap minggunya. Sistem pergiliran tersebut diterapkan agar seluruh peserta didik memperoleh kesempatan yang sama untuk mengemban tanggung jawab sebagai petugas upacara, baik sebagai pemimpin upacara, komandan, pembawa acara, pembaca UUD 1945, pembaca doa, pengibar bendera, maupun petugas lainnya.

Melalui mekanisme tersebut, MAN Bengkayang berupaya menanamkan nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepemimpinan kepada peserta didik. Setiap kelas diberikan waktu untuk mempersiapkan diri sehingga mampu melaksanakan tugas dengan baik dan penuh percaya diri.

Pelaksanaan upacara tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter. Peserta didik dilatih untuk menghargai waktu, menaati aturan, bekerja sama dalam tim, serta memiliki rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan. Pengalaman menjadi petugas upacara diharapkan dapat membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan siap menjalankan amanah dalam berbagai kesempatan.

Guru pembina dan wali kelas turut memberikan pendampingan kepada setiap kelas yang mendapat giliran bertugas. Dengan bimbingan tersebut, peserta didik dapat mempersiapkan diri secara optimal sehingga pelaksanaan upacara berlangsung dengan lancar dan khidmat.

Melalui pelaksanaan upacara bendera secara rutin dengan sistem pergiliran petugas, MAN Bengkayang berharap seluruh peserta didik dapat mengembangkan karakter positif yang menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter, sejalan dengan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *