MAN Bengkayang Laksanakan Kerja Bakti Ciptakan Lingkungan Madrasah yang Nyaman

Bengkayang (Kemenag Kalbar) — Civitas akademika MAN Bengkayang melaksanakan kegiatan kerja bakti sebagai upaya menciptakan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, dan nyaman. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat pagi ini diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Kerja bakti dilakukan di berbagai area madrasah, mulai dari ruang kelas, halaman, taman, selokan, hingga lingkungan sekitar madrasah. Para peserta bergotong royong membersihkan sampah, memangkas rumput liar, merapikan tanaman, serta menata kembali lingkungan agar terlihat lebih asri dan rapi.

Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik. Melalui kerja bakti, siswa diajak untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, disiplin, serta semangat gotong royong yang menjadi bagian dari budaya madrasah.

Guru dan tenaga kependidikan turut mendampingi serta memberikan contoh kepada peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai karakter dan ajaran Islam yang mengajarkan bahwa kebersihan merupakan bagian dari keimanan.

Suasana kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Seluruh warga madrasah saling bekerja sama tanpa membedakan tugas, sehingga pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik dalam waktu yang relatif singkat. Lingkungan MAN Bengkayang pun tampak lebih bersih, hijau, dan nyaman untuk mendukung proses pembelajaran.

Melalui program Jumat Bersih yang dilaksanakan secara rutin, MAN Bengkayang berharap budaya menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan di lingkungan madrasah, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan peserta didik di rumah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, madrasah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter peduli lingkungan dan penguatan nilai-nilai kebersamaan sesuai dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *