
Bengkayang (Kemenag Kalbar) — MAN Bengkayang melaksanakan Salat Istisqa pada Jumat, 4 September 2026, sebagai bentuk ikhtiar dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan kepada Allah Swt. Kegiatan dilaksanakan di Lapangan MAN Bengkayang dan diikuti keluarga besar madrasah, masyarakat sekitar, serta santri dari pondok pesantren yang berada di sekitar MAN Bengkayang.
Kegiatan dimulai pukul 06.30 WIB dengan berkumpulnya para peserta di lapangan. Salat Istisqa dilaksanakan pada pukul 07.00 WIB secara berjamaah. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, khidmat, dan penuh kekhusyukan. Kebersamaan antara warga madrasah, masyarakat, dan para santri terlihat dalam pelaksanaan ibadah tersebut.
Bertindak sebagai imam Salat Istisqa adalah Laukari, sedangkan khutbah disampaikan oleh Hasan. Keduanya merupakan Penyuluh Agama Islam. Dalam khutbahnya, disampaikan pentingnya memperbanyak istighfar, meningkatkan ketakwaan dan amal ibadah, serta melakukan introspeksi diri sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt.
Pelaksanaan Salat Istisqa dilakukan sebagai respons terhadap kondisi cuaca dan lingkungan yang mengalami kekeringan serta minimnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir. Melalui ibadah tersebut, seluruh peserta memanjatkan doa agar Allah Swt. menurunkan hujan yang cukup, bermanfaat, dan membawa keberkahan bagi masyarakat serta lingkungan.
Kepala MAN Bengkayang, Ridwan, berharap Salat Istisqa menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memperbanyak doa dan istighfar, serta mempererat kebersamaan. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan kesadaran bahwa manusia senantiasa membutuhkan rahmat serta pertolongan Allah Swt. Selain menjadi sarana memohon hujan, kegiatan ini menjadi pengingat agar seluruh peserta senantiasa bersyukur atas nikmat Allah, menjaga kelestarian lingkungan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari, serta memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.
